PROFIL
FARIDA HANUM, Lahir di Sidoarjo 01 Januari 1968, Tinggal di
kota lumpur Lapindo Porong Sidoarjo. Menyelesaikan S1 fakultas Tarbiyah di
salah satu perguruan tinggi swasta di kota Pasuruan (1992), kemudian
menyelesaikan S2 program Studi Manajemen Pendidikan Agama Islam di STIT.
Al-Khoziny Buduran Sidoarjo (2016).
Penulis adalah seorang ASN di lingkungan Kementerian Agama Islam
Kabupaten Sidoarjo, tepatnya menjadi pendidik yang di perbantukan di MI. ASASUL
HUDA Randegan Tanggulangin Sidoarjo.
puluhan karya buku baik monologi maupun antologi, Menulis artikel
pendidikan, parenting, cerpen maupun puisi di berbagai media koran, Majalah
dan juga aktif sebagai seorang blogger, kompasiana.com. Bergabung di Gerakan Budaya
Literasi (GBL) Sidoarjo Tahun 2016 menghasilkan buku keroyokan ‘berkarya
tanpa jeda’ dan kumpulan puisi ‘mutiaraku’. Penggiat Literasi
sekaligus influencer literasi pada Madrasah maupun sekolah.
Karya penulis, buku tentang pendidikan diantaranya; sosok guru kekinian (berkarya dan berinovasi menggunakan Digital) 2020, Best Practise sang Jawara (2021), Jadilah Bidadari Anakku, Yuk
Menulis, Nak, Kumpulan Cerpen; Titisan kupu-kupu malam(2024), Jeratan Drugs (2022), Kasih tanpa Asa (2022), Flamboyan Tlah pergi (2024), Asmara Doken ( 2024), Tuhan Jangan Renggut Kakiku (2024) Fabel; Terperangkap Monster Gadget (2024),Ici Si Buruk Rupa (2019), dan masih banyak lagi karya-karya yang tidak bisa diekspos seluruhnya.
Penulis bisa dihubungi melalui surel; mamhanum@gmail.com. IG;hanum_faiz, FB;Farida Hanum, www.kompasiana.com/mamhanum/

No comments:
Post a Comment