MEMILIH SEKOLAH, BERKELAS ATAU BERKUALITAS ??
Oleh
: Dra Farida Hanum M.Pd
Sebentar lagi para orang tua dibuat
pusing dalam rangka mempersiapkan putra putri mereka masuk sekolah atau bahkan
sekarang inipun sudah mulai bermunculan baliho-baliho pendaftaran siswa baru
dengan program pendaftaran masuk sekolah melalui jalur prestasi ataupun lewat jalur inden. Heem…inden sekolah seperti inden
kendaraan saja. Sebagai orang tua mereka selalu berharap menemukan sekolah yang
baik untuk anak anak mereka, baik sisi ilmu pengetahuan ataupun ilmu agama
dengan harapan agar anak-anak mereka menemukan proses perubahan karakter.
Memilih sekolah bagi anak memang gampang-gampang susah. Oran tua harus jeli dan
tahu kebutuhan anak. Salah memilih sekolah, bisa berakibat buruk, bahkan
berdampak panjang. Sudah banyak kasus kasus yang terjadi di sekolah seperti
kasus penculikan siswa, kasus asusila, kasus penganiayaan dan masih banyak lagi
kasus kasus yang lainnya. Semua ini bisa saja terjadi salah satu penyebabnya diantaranya adalah akibat ketidak jelian
orang tua dalam menentukan pilihan sekolah bagi anak.Lalu, kapan kita sebaiknya mulai mencari sekolah
untuk anak ?, sekolah yang bagaimana yang harus dipilih orang tua bagi anak mereka
?berkualitas ataukah berkelas ?. Ini
yang menjadi PR orang tua.
Semua
orang tua menyekolahkan anak berharap
agar mereka mampu hidup dengan benar dan baik, mampu mengemban amanah Alloh dan
menggali hikmah seluas luasnya. Sebagai
orang tua, kita tidak sekedar membekali anak dengan ilmu tetapi juga
mengajarkan anak berproses menjadi pribadi yang mampu menebarkan rohmat di tengah keluarga, masyarakat dan
alam sekitarnya. Itulah parameter keberhasilan pendidikan yang telah digariskan
oleh Alloh swt dalam Al Qur’an seperti yang termaktub dalam surat Lukman:11-19 dalam bentuk kisah Lukman
Al Hakim yang memberi nasehat kepada anaknya. Parameter keberhasilan pendidikan
tersebut diatas bisa menjadi acuan orang tua dalam mendidik anaknya, misalnya
tentang ketauhidan, bi’rul walidain, ketrampilan hidup, kekuatan jiwa, dan tumbuhnya jiwa sosial. Muara dari seluruh
pencapaian kelima kompetensi diatas adalah terwujudnya pribadi yang bersyukur
dan sabar. Mensyukuri segala potensi yang dikaruniakan oleh Alloh kepada
hamba-Nya , dan bersabar atas segala takdir-Nya yang dihidangkan dalam
kehidupan. Syukur akan membawa sikap progresif untuk terus maju dan sabar
menjadi bekal untuk menghadapi tantangan hidup.
Dari
sini jelas bahwa menentukan sekolah berpengaruh besar terhadap pencapaian
kompetensi pendidikan anak. Orang tua perlu berfikir keras dalam menentukan
pilihan sekolah yang baik dan tepat untuk anak anak mereka. Ada banyak keraguan
dan kebimbangan bagi orang tua. Karena sekolah berkelas (elit ) pun tidak
menjamin siswa atau anak anak merasa aman dan nyaman. Ada banyak sekolah-sekolah yang berlebel “Internasional”
serta memiliki titel “Sekolah Elite” dengan kualitas pendidikan yang tidak
diragukan lagi masih bisa kecolongan dengan kasus tindakan asusila dari
beberapa oknum. Sebaliknya, sekolah” pinggiran” pun bisa jadi alternatif
pilihan manakala sekolah tersebut di kelola dengan baik serta mampu memberikan
kenyamanan bagi anak anak. Karena dengan kenyamanan setidaknya menjadikan kelancaran belajar anak di
sekolah.
So…teliti sebelum memutuskan itu
penting bagi orang tua dan anak. Orang tua harus benar-benar menemukan
informasi penting tentang keberadaan sekolah tersebut seperti, pertama, apakah sekolah tersebut sesuai
dengan kebutuhan dan kondisi anak?, setiap anak memiliki kebutuhan yang berbeda
melihat kondisi fisik dan mental mereka. Seperti misalnya, anak yang mempunyai
hambatan dalam bicara jelas tidak harus di sekolahkan di sekolah bilingual,
karena hal ini justru makin menghambat dan membebani anak. Kedua, kemampuan finansial orang tua. Pendidikan memang tidak
murah, sekolah yang layak (sarana dan pendidikanya) memang akan menghasilkan
output yang baik. Dan itu jelas tidak murah. Sebagi orang tua, kita harus bisa
mengukur kemampuan finansial, bukan mencari sekolah berkualitas yang mahal
dengan memaksakan diri dan tidak sesuai dengan kondisi keuangan keluarga,
justru hal ini akan muncul masalah-masalah baru terutama yang berkaitan dengan
financial. Ketiga, tetap melibatkan
anak dalam menentukan pilihan, bagaimanapun anaklah yang berkepentingan, sebagai
orang tua kita harus bijak memutuskan dengan tetap mengajak anak ikut
menentukan pilihan sekolah. Terakhir,
Sebelum yakin dengan putusan hasil diskusi dengan anak tentang pilihan sekolah
ada baiknya mempertimbangkan tentang kriteria sekolah yang tergolong sekolah
berkulitas atau sekolah unggulan. Disebut
sekolah berkualitas bila sekolah tersebut memberikan kenyaman pada anak
di sekolah, baik dalam kondisi proses pembelajaran berlangsung atau pada saat
usai belajar di kelas. Disamping itu sekolah tersebut memiliki sarana yang
menunjang pendidikan anak seperti perpustakaan, laboratorium komputer, termasuk
juga saran olah raga, kelas yang nyaman, guru yang smart dan bisa membuat anak
merasa benar membutuhkan dan lain sebagainya. Terakhir, sekolah yang berkualitas
bisa dilihat dari pengaruh anak dan orang tua. Orang tua dan anak akan merasa
kehilangan bila datang saat libur sekolah, ada rasa rindu untuk segera kembali
ke sekolah.
Jadi, ketika sekolah pinggiran
terdapat semua kriteria tersebut itu bisa dikategorikan sekolah berkualitas.
Sebaliknya sekolah berkelaspun manakala tidak ada kenyamana untuk anak dalam
belajar itu bukan menjadi pilihan yang tepat bagi anak. Maka menentukan
seklolah berkualitas atau berkelas semua kembali pada diri anak dan orang tua.
Ketika
orang tua sudah menentukan pilihan sekolah yang terbaik untuk anak, orang tua
tidak kemudian menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab pendidikan anak di sekolah
kepada guru. Orang tua tetap harus bersinergi secara lebih kuat serta menjalin komunikasi yang baik dengan pemangku
amanah di sekolah terutama kepada guru berkaitan dengan perkembangan pendidikan
anak. Dengan demikian orang tua tetap bisa memantau perkembangan anak secara
intensif di sekolah dan tetap bisa menjaga anak dari hal hal yang tidak di
inginkan. Karena kesalahan fatal dalam menentukan Sekolah akan terjadi
penyesalan yang berkepanjangan.
.jpg)
No comments:
Post a Comment