Saturday, August 3, 2019

Kegiatan daring



MENULIS CERPEN BAGI PEMULA 
Oleh : Dra FARIDA HANUM M.Pd
MI.Asasul Huda Randegan Tanggulangin 





Tidak bisa dipungkiri, guru adalah sosok penting dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. ditangan gurulah seorang murid mengenal baca tulis. Karena bimbingan gurulah seorang anak lancar membaca dan rajin menulis. Guru sebagai figur kebanggaan murid-muridnya seharusnya mampu mengembangkan potensi pada dirinya untuk bisa mengantarkan mereka menjadi generasi yang cakap, kreatif, serta memiliki skill yang bisa dimanfaatkan dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian generasi penerus bangsa ini tidak lagi men-dewakan gadget, dan cakap dalam permainan game di gadget mereka. Menjadi sosok figur yang diharapkan, guru dituntut tidak hanya rajin membaca, mengajarkan ilmu yang dibaca, namun juga tajam mengasah pikiran untuk dituangkan dalam kata demi kata hingga menjadi kalimat yang menarik untuk dibaca banyak orang. Sebagian orang memahami bahwa tuntutan ini memang berlebihan, beban mengajar seorang guru yang sudah sedemikian padat, belum lagi mendidik moral dan prilaku pelajar, di rumah guru pun harus menjalankan tugas domestiknya mengapa harus ditambah beban mereka. Benar, pada satu sisi terlihat berat, namun jika kita melihat jauh ke depan terkait masa depan bangsa ini sekitar 10-20 tahun ke depan akan banyak generasi cerdas yang bisa kita lihat. Korelasinya adalah jika pendidik memiliki kemampuan menulis yang baik, kemudian menularkan kepada siswa tentu akan lahir anak-anak muda berbakat. Karena ditangan mereka nasib bangsa ini ditentukan, yang secara tidak langsung akan berpengaruh positif bagi kehidupan guru itu sendiri kelak di hari tua. Jadi sebenarnya melatih diri untuk terampil menulis adalah wujud investasi di hari tua. 

Pada dasarnya menulis itu tidaklah sulit seperti dibayangkan oleh banyak orang. Aktifitas menulis bisa dilakukan oleh siapapun dan dimanapun, termasuk juga guru. Seseorang tidak akan mengetahui dirinya mampu menulis jika tidak pernah mencoba. Hanya butuh pembiasaan saja, karena menulis adalah sebuah proses yang harus dilalui oleh seseorang. Apapun yang ditulis tidak ada yang sia-sia, karena suatu saat kelak yang ditulis akan menjadi ilmu yang bermanfaat bagi diri dan orang lain. Namun kenyataan masih banyak guru yang enggan untuk menulis. Alasan mereka simpel, bahwa mereka tidak bisa menemukan alasan mengapa mereka harus menulis, atau mereka para guru tidak tahu cara memulai untuk menulis, kebanyakan alasan mereka adalah tidak punya ide menulis, atau kalaupun punya ide untuk menulis, dan ketika sudah memulai menulis mereka tidak mampu untuk menyelesaikannya (ide mandeg di tengah jalan). saat guru tak mampu menulis, maka akan muncul banyak kecurangan-kecurangan yang akan mereka lakukan hanya untuk memenuhi sebuah tuntutan, sebut saja misalnya, saat guru usul penilaian angka kredit, dimana salah satu tugas yang harus dilampirkan adalah membuat karya tulis ilmiah maupun penelitian tindakan kelas (PTK). Guru yang tidak mampu merangkai kalimat demi kalimat akan kesulitan untuk membuat sebuah karya tulis maupun PTK, yang akhirnya muncul plagiatisme. Mereka cukup copy paste karya tulis maupun PTK orang lain, dan mengganti dengan nama mereka. Sungguh, hal ini bukan merupakan sesuatu yang asing lagi, dimana saja terdapat guru yang masih menggunakan kecurangan hanya untuk sebuah kebaikan 

Berbeda dengan guru yang memiliki kesadaran tinggi untuk menulis, apapun yang mereka lakukan, apapun yang mereka bicarakan, pengalaman menyenangkan maupun menyedihkan, semua bisa menjadi sebuah tulisan. Ada banyak jenis tulisan yang bisa menjadi satu pilihan bagi seorang penulis untuk menuangkan segala bentuk ide dalam pikiran mereka. Diantara jenis-jenis tulisan tersebut adalah; 

1. Otobiografi yaitu jenis tulisan yang menceritakan tentang kehidupan seorang penulis, bisa berupa pengalaman ataupun kenangan penting yang pernah dilakukan. 

2. Ulasan buku yaitu kegiatan mengulas buku seseorang, dengan tujuan memberikan gambaran pada isi buku. Ulasan bisa berpengaruh besar pada penjualan buku. Apabila ulasan baik maka secara otomatis, penjualan buku akan menunjukkan hasil yang besar, begitu pula sebaliknya. 

3. Sketsa karakter yaitu menggambarkan karakteristik seseorang , bisa dikaitkan dengan pekerjaan maupun lainnya. Jenis tulisan bentuk sketsa karakter bisa dilihat di koran-koran maupun bulletin humor. 

4. Komik (cerita bergambar) yaitu jenis tulisan yang ditunjukkan melalui gambar. Komik banyak digemari oleh siapa saja, baik tua maupun muda. 

5. Diari (buku harian) yaitu jenis tulisan yang menceritakan tentang kegiatan seseorang (perjalanan hidup) yang pernah dialami oleh penulis. 

6. Fabel yaitu jenis tulisan yang menggunakan hewan berperilaku dan berbicara seperti manusia. Fabel merupakan sebuah dongeng, seperti misalnya: Si Moli sebuah karya penulis yang menceritakan tentang kehidupan ikan yang malang. 


Secara spesifik, tulisan dibedakan menjadi dua yaitu 

1. Fiksi/ fiktif adalah sesuatu yang tidak nyata atau khayalan. Tulisan ini pada umumnya berbentuk sebuah buku yang merupakan wujud khayalan, imajinasi dari seorang penulis. Buku yang tidak membutuhkan suatu pengamatan serta diperlukan pertanggung jawaban akan kebenarannya. Yang termasuk buku fiksi misalnya: cerpen (cerita Pendek), novel, fabel, komik, kumpulan puisi, hikayat. 

2. Nonfiksi merupakan tulisan yang dibuat berdasarkan kenyataan (based on fact). Buku nonfiksi merupakan sebuah buku yang berisi tentang kejadian yang sebenarnya sebagai sebuah informasi, dengan menggunakan beberapa data dan pengamatan. Karena buku nonfiksi harus dipertanggung jawabkan. Contoh nonfiksi misalnya; laporan ilmiah (skripsi, tesis, disertasi), opini, jurnal, biografi, dsb. 

Sesuai judul pada artikel ini, penulis menfokuskan pada cara menulis cerpen bagi pemula, tujuan utama ialah mengajak semua guru khususnya dan semua siswa untuk memulai mengembangkan kemampuan dalam berliterasi, dengan diawali membuat cerpen (cerita pendek). Kenapa harus cerpen? Karena cerpen adalah sebuah cerita sederhana yang bersifat fiktif kehidupan yang hanya terbatas pada satu konflik. Kesederhanaan cerpen karena jumlah kata maksimal dari 1000 kata, lebih singkat dan lebih pendek dari novel. Bagi pemula, belajar membuat cerpen bisa diawali dari kisah penulis itu sendiri. Kejadian-kejadian yang pernah dialami dan menjadi sesuatu yang berkesan bisa dijadikan sebuah tulisan. Baik itu kisah percintaan, keluarga ataupun sebuah persahabatan. 

Tahapan-tahapan yang harus dilakukan oleh penulis diantaranya: 

1. Observasi adalah melakukan pengamatan 

Pengamatan ini bisa berupa mengingat kejadian yang pernah penulis alami atau mendengarkan cerita dari orang lain. Dengan observasi ini kita bisa menentukan latar, tema maupun tokoh cerita. 

2. Menentukan tema atau ide cerita 

Ide cerita akan muncul setelah kita melakukan observsi dan menemukan ide yang akan diangkat sebagai cerita 

3. Menentukan latar 

Latar terdiri dari latar tempat, latar waktu dan latar suasana. Melalui hasil observasi dan menemukan tema, penulis bisa memulai membuat latar. Misalnya; latar tempat (di gedung sekolah), latar waktu (reuni), latar suasana (menyenangkan) 

4. Menciptakan dan menentukan tokoh 

Menciptakan atau mennetukan tokoh utama dalam cerpen. Seperti sosok wanita berhijab yang memiliki wajah oriental, mata sipit, alis tebal, dan bibir tipis, dengan senyum manisnya. Bisa digambarkan dengan cerita misalnya; Naura, wanita berwajah oriental, mata yang sipit, alis tebal dan bibir tipisnya, makin terlihat cantik dan memesona. 

5. Menciptakan konflik 

Konflik adalah sebuah pertentangan atau ketegangan yang perlu dimunculkan dalam cerpen. Konflik bisa diangkat dari masalah orang lain atau masalah yang kita dengar. Misalnya menceritakan kembali saat naura bertengkar hebat dengan Aldi, maka yang perlu diangkat adalah penyebab terjadinya konflik. 

6. Menentukan alur 

Untuk mempermudah menuliskan jalannya cerita ke dalam cerpen. Bisa menggunakan alur maju, alur mundur ataupun alut campuran. 

7. Menulis cerpen 

Pada tahap ini, penulis sudah mulai mengembangkan tema yang sudah ditentukan menjadi sebuah cerpen, dengan memerhatikan latar, tokoh, konflik, serta alur. Menggunakan kata-kata sederhana dan komunikatif. Satu hal yang penting bagi penulis pemula adalah; tulis saja apa yang ingin kalian tulis, jadikan paragraph pertama sebagai sesuatu yang mengejutkan/ menghipnotis pembaca sehingga pembaca akan terus membaca cerpen tersebut sebagai jawaban dari rasa penasaran. 

8. Menentukan judul 

Kesan pertama seorang pembaca bisa dimulai dari membaca judul cerpen. Maka menentukan judul yang menarik adalah sangat mutlak diperlukan, sebagai langkah awal memikat pembaca dan memunculkan rasa penasaran pembaca. Judul harus berkaitan dengan tema dan peristiwa-peristiwa pada cerita. 

Apapun bentuk tulisan kalian tetap harus, dipublish agar kita bisa tahu kesalahan-kesalahan dari karya kita. Ingat! Tulisan tidak akan memiliki makna apapun jika orang lain tidak membacanya. Maka mempublish karya kita sebagai langkah awal kita belajar menyepurnakan tulisan kita. Pramoedya Ananta Toer seorang novelis legendaris, menulis sepenggal kata “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama dia tak menulis, Ia akan hilang dalam masyarakat dan dari sejarah.” Bila kita memahami makna kalimat tersebut, kita bisa melihat sejarah tokoh-tokoh masa lampau yang telah mewariskan karya-karya mereka, karena karya yang ditulis menjadi abadi hingga bisa dibaca oleh banyak orang sepanjang masa. Hal ini berarti bahwa dengan menulis seseorang tidak akan tergerus oleh zaman, nama mereka tetap terukir karena karya-karya mereka yang ditinggalkan. Bisa dibayangkan, apa yang terjadi bila mereka tidak menulis dan mewariskan pemikiran-pemikiran mereka. Tentu kita tidak akan mengenal mereka dan tentu saja karya-karya mereka akan hilang ditelan perputaran zaman dan tergilas tanpa bekas oleh roda kehidupan. Maka tetaplah menulis, karena dengan menulis kita akan mengukir sejarah kehidupan.() 



No comments:

Post a Comment

Artikel

  MEMILIH SEKOLAH,  BERKELAS   ATAU BERKUALITAS ? ? Oleh : Dra   Farida Hanum M.Pd               Sebentar lagi para orang tua dibuat...